Fhoto Bagian 1

Foto Ujian Kompetensi

Fhoto Bagian 2

Seorang Guru yg kompak dengan muridnya dalam bercanda tawa.

Fhoto Bagian 2

RAPAT DEWAN GURU.

Fhoto Bagian 3

Siswa TKJ sedang Bercocok tanam

Fhoto bagian 4

Guru yg sedang mengawasi siswa yang sedang mencari tugas di internet.

Fhoto Bagian5

Beberapa siswa hunting didepan hasil tanaman mereka.

Fhoto Bagian 2

Windows XP CHKDSK.

Sabtu, 05 Januari 2013

PERHITUNGAN DOSIS OBAT


Power Point (ppt) Cara Penghitungan dosis obat ... semoga bermanfaat...
Selamat belajar!!







Download PPT : Klik Disini

Konsep Dasar Farmakologi


Power Point (ppt) Konsep Dasar Farmakologi ... semoga bermanfaat...
Selamat belajar!!







Download PPT : Klik Disini
jangan lupa download  
klik disini

Video: Prosedur Pengambilan Darah Untuk Pemeriksaan (1)


Allah swt secara maknawi hanya ada dalam hati kita dan jika hati kita cukup bersih, keberadaan dan kedekatan-Nya  akan kita rasakan dalam hati. Kedekatan diri kita dan Tuhan hanya kita lah yang mengetahuinya.~Ferdhy Febryan, Boost Your Potentials!
***

Pengambilan Darah Arteri

Pengertian
Pengambilan darah arteri dilakukan untuk memeriksa gas darah arteri (GDA), yaitu menilai ada tidaknya gangguan keseimbangan asam basa yang disebabkan oleh gangguan respiratorik atau gangguan metabolik.

Tujuan

  1. Diagnostik
  2. Mengetahui oksigenasi dan CO2
  3. Membedakan keseimbangan asam basa tubuh pasien

Alat dan bahan
  1. Spuit sesuai dengan ukuran, yang berisi heparin 0,1 cc
  2. Kapas alkohol dalam tempatnya
  3. Penutup jarum dari karet
Prosedur Kerja
  1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
  2. Cuci tangan
  3. Ambil spuit sesuai ukuran (5 ml) kemudian isi dengan heparin 0,1 cc. Basahi bagian dalam spuit dengan heparin dengan cara mengguncangkannya.
  4. Tentukan arteri yang akan diambil darahnya
  5. Pasang penompang/bantalan bila mengambil darah arteri pada pergelangan tangan
  6. Lakukan desinfeksi pada daerah yang akan ditusuk/ diambil darah dengan kapas alkohol
  7. Raba arteri dengan jari tangan yang setelah dilokalisasi. Arteri disusuk dengan jarum pada posisi tegak lurus, ambil darah sebanyak 2,5-5 cc atau sesuai program
  8. Setelah darah diambil, tutup spuit dengan penutup kedap udara (penutup karet)
  9. Berikan tekanan pada daerah yang ditusuk selama 2-5 menit
  10. Isi formulir permintaan GDA dan kirim ke laboratorium dengan segera
  11. Catat tanggal pengambilan dan respons pasien.
  12. Cuci tangan

Video: 

Sumber:
  1. Hidayat, A Aziz Alimul & Musrifatul Uliyah.2004.Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia.Jakarta:EGC
  2. http://berkaskep.blogspot.com/2012/10/prosedur-pengambilan-darah-arteri.html diakses pada 28/12/12 jam 10.12 wib
  3. http://www.youtube.com/ dengan kata pencarian "Arterial Blood Gas Sample" diakses pada 28/12/12 jam 10.12 wib

Video: Tehnik Pemasangan Kateter Urin (Foley Catheter) Pada Pria dan Wanita


Tehnik Pemasangan Kateter

PENGERTIAN
Kateterisasi urine adalah memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra kedalam kandung kemih. Pemasangan kateter urine adalah dengan melakukan insersi kateter Folley / Nelaton melalui uretra ke muara kandung kemih untuk mengeluarkan urine.


TUJUAN
1. Memulihkan / mengatasi retensi urine akut / kronis.
2. Pengaliran urine untuk persiapan operasi atau pasca operasi.
3. Menentukan jumlah urine sisa setelah miksi.
4. Mengambil spesimen urine steril untuk pemeriksaan diagnostik.
5. Monitoring urine output secara ketat.
6. Menghilangkan distensi kandung kemih

PERSIAPAN KATETERISASI URIN

a. Persiapan pasien

  1. Mengucapkan salam terapeutik
  2. Memperkenalkan diri
  3. Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan tindakan yang akan dilaksanakan.
  4. Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien/keluarganya
  5. Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas, sistematis serta tidak mengancam.
  6. Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi
  7. Privasi klien selama komunikasi dihargai.
  8. Memperlihatkan kesabaran , penuh empati, sopan, dan perhatian serta respek selama berkomunikasi dan melakukan tindakan
  9. Membuat kontrak (waktu, tempat dan tindakan yang akan dilakukan)

b. Persiapan alat
  1. Bak instrumen berisi : 
    1. Poly kateter sesuai ukuran 1 buah (klien dewasa yang pertama kali dipasang kateter biasanya dipakai no. 16)
    2. Urine bag steril 1 buah
    3. Pinset anatomi 2 buah
    4. Duk steril
    5. Kassa steril yang diberi jelly
  2. Sarung tangan steril
  3. Kapas sublimat dalam kom tertutup
  4. Perlak dan pengalasnya 1 buah
  5. Sampiran
  6. Cairan aquades atau Nacl
  7. Plester
  8. Gunting verband
  9. Bengkok 1 buah
  10. Korentang pada tempatnya
PROSEDURE KATERISASI URIN
  1. Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan, kemudian alat-alat didekatkan ke klien
  2. Pasang sampiran
  3. Cuci tangan
  4. Pasang pengalas/perlak dibawah bokong klien
  5. Pakaian bagian bawah klien dikeataskan/dilepas, dengan posisi klien terlentang. Kaki sedikit dibuka. Bengkok diletakkan didekat bokong klien
  6. Buka bak instrumen, pakai sarung tangan steril, pasang duk steril, lalu bersihkan alat genitalia dengan kapas sublimat dengan menggunakan pinset.
  7. Bersihkan genitalia dengan cara : Penis dipegang dengan tangan non dominan penis dibersihkan dengan menggunakan kapas sublimat oleh tangan dominan dengan gerakan memutar dari meatus keluar. Tindakan bisa dilakukan beberapa kali hingga bersih. Letakkan pinset dalam bengkok
  8. Ambil kateter kemudian olesi dengan jelly. Masukkan kateter kedalam uretra kira-kira 10 cm secara perlahan-lahan dengan menggunakan pinset sampai urine keluar. Masukkan cairan Nacl/aquades 20-30 cc atau sesuai ukuran yang tertulis. Tarik sedikit kateter. Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter sudah masuk pada kandung kemih
  9. Lepaskan duk, sambungkan kateter dengan urine bag. Lalu ikat disisi tempat tidur
  10. Fiksasi kateter
  11. Lepaskan sarung tangan
  12. Klien dirapikan kembali
  13. Alat dirapikan kembali
  14. Mencuci tangan
  15. Melaksanakan dokumentasi :
    1. Catat tindakan yang dilakukan dan hasil serta respon klien pada lembar catatan klien
    2. Catat tanggal dan jam melakukan tindakan dan nama perawat yang melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar catatan klien
Video Pemasangan Kateter Urin Pada Pria


Video Pemasangan Kateter Urin Pada Wanita


Sumber:
  1. http://nswahyunc.blogspot.com/2012/04/sop-memasang-kateter-urine-pada-pria.html diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
  2. http://nursingbegin.com/prosedur-kateterisasi-urine-pada-pria/ diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
  3. http://medicalsham.blogspot.com/2012/10/katerisasi.html diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
  4. http://www.youtube.com/ dengan kata pencarian "cara pemasangan kateter pada pria dan wanita" diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib

Jumat, 04 Januari 2013

Video: Cara Pemasangan Infus Intravena


Pemasangan Infus Intravena

Pemasangan Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.Pemasangan infus dilakukan pada pasien yang memerlukan masukan cairan melalui intravena yang mengalami pengeluaran cairan atau nutrisi yang berat, dehidrasi, dan syok.



TUJUAN PEMASANGAN INFUS

  • Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung air, elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral
  • Memperbaiki keseimbangan asam basa
  • Memperbaiki volume komponen-komponen darah
  • Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh
  • Memonitor tekan Vena Central (CVP)
  • Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.

PASIEN SEPERTI APA YANG HARUS DILAKUKAN PEMASANGAN INFUS?

  • Keadaan emergency (misal pada tindakan RJP), yang memungkinkan pemberian obat langsung ke dalam Intra Vena
  • Untuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat (seperti furosemid, digoxin)
  • Pasien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus-menerus melalui Intra vena
  • Pasien yang membutuhkan pencegahan gangguan cairan dan elektrolit
  • Pasien yang mendapatkan tranfusi darah
  • Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
  • Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.
  • Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan dengan injeksi intramuskuler.
Vena bagian mana saja yang boleh dipasang infus?
Pemberian cairan melalui infuse dengan memasukkan ke dalam vena (pembuluh darah pasien) diantaranya vena lengan (vena safalika basilica dan mediana kubiti), pada tungkai (vena safena), atau pada vena yang ada di kepala, seperti vena temporalis frontalis ( khusus untuk anak-anak).
Pemasangan infus tidak dianjurkan pada daerah yang mengalami luka bakar, lengan pada sisi yang mengalami mastektomi (aliran balik vena terganggu), lengan yang mengalami edema, infeksi, bekuan darah, atau kerusakan kulit.

Prosedur pemasangan infus

Alat yang harus disiapkan:
  • Standar infuse
  •  Set infuse
  • Cairan sesuai program medic
  •  Jarum infuse dengan ukuran yang sesuai
  • Pengalas
  • Torniket
  • Kapas alcohol
  • Plester
  • Gunting
  • Kasa steril
  • Betadin
  • Sarung tangan
Prosedur kerja:
  •  Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
  • Cuci tangan
  • Hubungkan cairan dan infus set dengan memasukkan ke bagian karet atau akses selang ke botol infuse
  • Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan buka klem slang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar
  • Letakkan pangalas di bawah tempat ( vena ) yang akan dilakukan penginfusan
  • Lakukan pembendungan dengan torniker ( karet pembendung ) 10-12 cmdi atas tempat penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular ( bila sadar )
  • Gunakan sarung tangan steril
  • Disinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alcohol
  • Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena da posisi jarum ( abocath ) mengarah ke atas
  • Perhatikan keluarnya darah melalui jarum ( abocath / surflo ) maka tarik keluar bagian dalam ( jarum ) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena
  • Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan atau dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infus dihubungkan atau disambungkan dengan slang infuse
  • Buka pengatur tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan
  • Lakukan fiksasi dengan kasa steril
  • Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum
  • Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
Prinsip pemasangan infus
Prinsip pemasangan infus pada pediatric (anak)
  • Karena vena klien sangat rapuh, hindari tempat-tempat yang mudah digerakkan atau digeser dan gunakan alat pelindung sesuai kebutuhan (pasang spalk kalau perlu)
  • Vena-vena kulit kepala sangat mudah pecah dan memerlukan perlindunga agar tidak mudah mengalami infiltrasi (biasanya digunakan untuk neonatus dan bayi)
  • Selalu memilih tempat penusukan yang akan menimbulkan pembatasan yang minimal
Prinsip pemasangan infuse pada lansia
  • Pada klien lansia, sedapat mungkin gunakan kateter/jarum dengan ukuran paling kecil (24-26). Ukuran kecil mengurangi trauma pada vena dan memungkinkan aliran darah lebih lancar sehingga hemodilusi cairan intravena atau obat-obatan akan meningkat.
  • Kestabilan vena menjadi hilang dan vena akan bergeser dari jarum (jaringan subkutan lansia hilang). Untuk menstabilkan vena, pasang traksi pada kulit di bawah tempat insersi
  • Penggunaan sudut 5 – 15 ° saat memasukkan jarum akan sangat bermanfaat karena vena lansia lebih superficial
  • Pada lansia yang memiliki kulit yang rapuh, cegah terjadinya perobekan kulit dengan meminimalkan jumlah pemakaian plester.
Video: Cara Pemasangan Infus














Sumber: 
  1. http://www.healthyrecipesdiary.org/pemasangan-infus-intravena/ di akses pada tanggal 18/12/2012 pada jam 09.30 WIB
  2. http://youtube.com/ dengan kata pencarian "cara pemasangan infus intravena" di akses pada tanggal 18/12/2012 jam 09.15 WIB

Tehnik Pengambilan darah Vena




Pengertian
Pengambilan darah vena adalah cara pengambilan darah dengan menusuk area pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit. Pengambilan darah vena yaitu suatu pengambilan darah vena yang diambil dari vena dalam fossa cubiti, vena saphena magna / vena supervisial lain yang cukup besar untuk mendapatkan sampel darah yang baik dan representatif dengan menggunakan spuit atau vacutainer.

Tujuan

  1. Untuk mendapatkan sampel darah vena yang baik dan memenuhi syarat untuk melakukan pemeriksaan.
  2. Untuk menurunkan resiko kontaminasi dengan darah (infeksi, needle stic injury) akibat vena punctie bagi petugas maupun penderita.
  3. Untuk petunjuk bagi petugas yang melakukan pengambilan darah (phlebotomy)
  4. Untuk mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi.
  5. Untuk menganalisa kandungan komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, angka leukosit, dan angka trombosit.
  6. Darah vena juga dapat digunakan untuk analisa gas darah jika darah arteri tidak dapat diperoleh, tetapi hanya berguna untuk mengevaluasi pH, PaCO2 dan base excess.
Alat dan bahan
  1. Spuit ukuran 3-5 cc
  2. Kapas alkohol pada tempatnya
  3. Antikoagulan (untuk mencegah hemolisis) seperti EDTA (ethylene diaminetetra acetate)
  4. Botol/tabung untuk menampung darah
  5. Karet Pembendung/ tourniket
Prosedur Kerja
  1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
  2. Cuci tangan
  3. Ambil spuit sesuai kebutuhan sampel (3-5 cc)
  4. Tentukan vena untuk mengambil darah (mis: Vena basilica, mediana cubiti)
  5. lakukan desinfeksi dengan alkohol
  6. Lakukan dengan membendung lengan menggunakan tourniket pada bagian atas vena yang akan dilakukan pengambilan darah
  7. Lakukan penusukan pada vena dengan lubang jarum spuit menghadap ke atas dengan sudut kemiringan 30-45 derajat terhadap kulit dan lanjutkan pengambilan darah dan saat pengambilan pembendung dilepaskan terlebih dahulu
  8. Setelah didapatkan darah yang diperlukan, tekan bagian yang ditusuk selama 2-5 menit. Dan masukkan darah ke dalam botol yang telah diberi antikoagulan
  9. Isi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium  dengan tepat dan kirimkan ke laboratorium
  10. Cuci tangan setelah prosedur tindakan dilakukan
  11. Catat tanggal prosedur,jumlah dan jenis sampel, serta respon pasien.
Video:


Sumber:
  1. Hidayat, A Aziz Alimul & Musrifatul Uliyah.2004.Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia.Jakarta:EGC
  2. http://labkesehatan.blogspot.com/2009/12/phlebotomy.html diakses pada 28/12/2012 jam 15.45 wib
  3. htttp://www.youtube.com/ dengan kata pencarian "blood vein for sample" diakses pada 28/12/2012 jam 15.45 wib

 
bedava - Free Backlink  - www.linkdevi.comLinki Linki Free Backlinkskostenlose backlinksUnlimited Backlink ExchangeFree BacklinksUnlimited Backlink ExchangeFree Automatic LinkMultiple BacklinksStreichquartettAutomatic Backlink ExchangeHochzeitsmusik - StreichquartettHochzeitsmusik - StreichquartettFlorists LinksUnlimited Backlink ExchangeFree BacklinksFree Automatic LinkFree BacklinksPing your blog, website, or RSS feed for FreeFree Automatic BacklinkText Back Links ExchangesWeb Link ExchangeUnlimited Backlink ExchangeFree Backlinks120x90 Plugboard Backlink ExchangeUnlimited BacklinkUnlimited Backlink