Allah swt secara maknawi hanya ada dalam hati kita dan jika hati kita cukup bersih, keberadaan dan kedekatan-Nya akan kita rasakan dalam hati. Kedekatan diri kita dan Tuhan hanya kita lah yang mengetahuinya.~Ferdhy Febryan, Boost Your Potentials!
***
Pengambilan Darah Arteri
Pengertian Pengambilan darah arteri dilakukan untuk memeriksa gas darah arteri (GDA), yaitu menilai ada tidaknya gangguan keseimbangan asam basa yang disebabkan oleh gangguan respiratorik atau gangguan metabolik.
Tujuan
Diagnostik
Mengetahui oksigenasi dan CO2
Membedakan keseimbangan asam basa tubuh pasien
Alat dan bahan
Spuit sesuai dengan ukuran, yang berisi heparin 0,1 cc
Kapas alkohol dalam tempatnya
Penutup jarum dari karet
Prosedur Kerja
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
Cuci tangan
Ambil spuit sesuai ukuran (5 ml) kemudian isi dengan heparin 0,1 cc. Basahi bagian dalam spuit dengan heparin dengan cara mengguncangkannya.
Tentukan arteri yang akan diambil darahnya
Pasang penompang/bantalan bila mengambil darah arteri pada pergelangan tangan
Lakukan desinfeksi pada daerah yang akan ditusuk/ diambil darah dengan kapas alkohol
Raba arteri dengan jari tangan yang setelah dilokalisasi. Arteri disusuk dengan jarum pada posisi tegak lurus, ambil darah sebanyak 2,5-5 cc atau sesuai program
Setelah darah diambil, tutup spuit dengan penutup kedap udara (penutup karet)
Berikan tekanan pada daerah yang ditusuk selama 2-5 menit
Isi formulir permintaan GDA dan kirim ke laboratorium dengan segera
Catat tanggal pengambilan dan respons pasien.
Cuci tangan
Video:
Sumber:
Hidayat, A Aziz Alimul & Musrifatul Uliyah.2004.Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia.Jakarta:EGC
PENGERTIAN Kateterisasi urine adalah memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra kedalam kandung kemih. Pemasangan kateter urine adalah dengan melakukan insersi kateter Folley / Nelaton melalui uretra ke muara kandung kemih untuk mengeluarkan urine.
TUJUAN 1. Memulihkan / mengatasi retensi urine akut / kronis. 2. Pengaliran urine untuk persiapan operasi atau pasca operasi. 3. Menentukan jumlah urine sisa setelah miksi. 4. Mengambil spesimen urine steril untuk pemeriksaan diagnostik. 5. Monitoring urine output secara ketat. 6. Menghilangkan distensi kandung kemih
PERSIAPAN KATETERISASI URIN
a. Persiapan pasien
Mengucapkan salam terapeutik
Memperkenalkan diri
Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan tindakan yang akan dilaksanakan.
Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien/keluarganya
Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas, sistematis serta tidak mengancam.
Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi
Privasi klien selama komunikasi dihargai.
Memperlihatkan kesabaran , penuh empati, sopan, dan perhatian serta respek selama berkomunikasi dan melakukan tindakan
Membuat kontrak (waktu, tempat dan tindakan yang akan dilakukan)
b. Persiapan alat
Bak instrumen berisi :
Poly kateter sesuai ukuran 1 buah (klien dewasa yang pertama kali dipasang kateter biasanya dipakai no. 16)
Urine bag steril 1 buah
Pinset anatomi 2 buah
Duk steril
Kassa steril yang diberi jelly
Sarung tangan steril
Kapas sublimat dalam kom tertutup
Perlak dan pengalasnya 1 buah
Sampiran
Cairan aquades atau Nacl
Plester
Gunting verband
Bengkok 1 buah
Korentang pada tempatnya
PROSEDURE KATERISASI URIN
Pasien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan, kemudian alat-alat didekatkan ke klien
Pasang sampiran
Cuci tangan
Pasang pengalas/perlak dibawah bokong klien
Pakaian bagian bawah klien dikeataskan/dilepas, dengan posisi klien terlentang. Kaki sedikit dibuka. Bengkok diletakkan didekat bokong klien
Buka bak instrumen, pakai sarung tangan steril, pasang duk steril, lalu bersihkan alat genitalia dengan kapas sublimat dengan menggunakan pinset.
Bersihkan genitalia dengan cara : Penis dipegang dengan tangan non dominan penis dibersihkan dengan menggunakan kapas sublimat oleh tangan dominan dengan gerakan memutar dari meatus keluar. Tindakan bisa dilakukan beberapa kali hingga bersih. Letakkan pinset dalam bengkok
Ambil kateter kemudian olesi dengan jelly. Masukkan kateter kedalam uretra kira-kira 10 cm secara perlahan-lahan dengan menggunakan pinset sampai urine keluar. Masukkan cairan Nacl/aquades 20-30 cc atau sesuai ukuran yang tertulis. Tarik sedikit kateter. Apabila pada saat ditarik kateter terasa tertahan berarti kateter sudah masuk pada kandung kemih
Lepaskan duk, sambungkan kateter dengan urine bag. Lalu ikat disisi tempat tidur
Fiksasi kateter
Lepaskan sarung tangan
Klien dirapikan kembali
Alat dirapikan kembali
Mencuci tangan
Melaksanakan dokumentasi :
Catat tindakan yang dilakukan dan hasil serta respon klien pada lembar catatan klien
Catat tanggal dan jam melakukan tindakan dan nama perawat yang melakukan dan tanda tangan/paraf pada lembar catatan klien
Video Pemasangan Kateter Urin Pada Pria
Video Pemasangan Kateter Urin Pada Wanita
Sumber:
http://nswahyunc.blogspot.com/2012/04/sop-memasang-kateter-urine-pada-pria.html diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
http://nursingbegin.com/prosedur-kateterisasi-urine-pada-pria/ diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
http://medicalsham.blogspot.com/2012/10/katerisasi.html diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
http://www.youtube.com/ dengan kata pencarian "cara pemasangan kateter pada pria dan wanita" diakses pada tanggal 19/12/2012 jam 02.30 wib
Pemasangan Infus adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh melalui sebuah jarum ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.Pemasangan infus dilakukan pada pasien yang memerlukan masukan cairan melalui intravena yang mengalami pengeluaran cairan atau nutrisi yang berat, dehidrasi, dan syok.
TUJUAN PEMASANGAN INFUS
Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh yang menganung air, elektrolit, vitamin, protein lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara adekuat melalui oral
Memperbaiki keseimbangan asam basa
Memperbaiki volume komponen-komponen darah
Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-obatan kedalam tubuh
Memonitor tekan Vena Central (CVP)
Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan di istirahatkan.
PASIEN SEPERTI APA YANG HARUS DILAKUKAN PEMASANGAN INFUS?
Keadaan emergency (misal pada tindakan RJP), yang memungkinkan pemberian obat langsung ke dalam Intra Vena
Untuk memberikan respon yang cepat terhadap pemberian obat (seperti furosemid, digoxin)
Pasien yang mendapat terapi obat dalam dosis besar secara terus-menerus melalui Intra vena
Pasien yang membutuhkan pencegahan gangguan cairan dan elektrolit
Pasien yang mendapatkan tranfusi darah
Upaya profilaksis (tindakan pencegahan) sebelum prosedur (misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan, dipasang jalur infus intravena untuk persiapan jika terjadi syok, juga untuk memudahkan pemberian obat)
Upaya profilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil, misalnya risiko dehidrasi (kekurangan cairan) dan syok (mengancam nyawa), sebelum pembuluh darah kolaps (tidak teraba), sehingga tidak dapat dipasang jalur infus.
Untuk menurunkan ketidaknyamanan pasien dengan mengurangi kebutuhan dengan injeksi intramuskuler.
Vena bagian mana saja yang boleh dipasang infus?
Pemberian cairan melalui infuse dengan memasukkan ke dalam vena (pembuluh darah pasien) diantaranya vena lengan (vena safalika basilica dan mediana kubiti), pada tungkai (vena safena), atau pada vena yang ada di kepala, seperti vena temporalis frontalis ( khusus untuk anak-anak).
Pemasangan infus tidak dianjurkan pada daerah yang mengalami luka bakar, lengan pada sisi yang mengalami mastektomi (aliran balik vena terganggu), lengan yang mengalami edema, infeksi, bekuan darah, atau kerusakan kulit.
Prosedur pemasangan infus
Alat yang harus disiapkan:
Standar infuse
Set infuse
Cairan sesuai program medic
Jarum infuse dengan ukuran yang sesuai
Pengalas
Torniket
Kapas alcohol
Plester
Gunting
Kasa steril
Betadin
Sarung tangan
Prosedur kerja:
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
Cuci tangan
Hubungkan cairan dan infus set dengan memasukkan ke bagian karet atau akses selang ke botol infuse
Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan buka klem slang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar
Letakkan pangalas di bawah tempat ( vena ) yang akan dilakukan penginfusan
Lakukan pembendungan dengan torniker ( karet pembendung ) 10-12 cmdi atas tempat penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular ( bila sadar )
Gunakan sarung tangan steril
Disinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alcohol
Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena da posisi jarum ( abocath ) mengarah ke atas
Perhatikan keluarnya darah melalui jarum ( abocath / surflo ) maka tarik keluar bagian dalam ( jarum ) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena
Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan atau dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infus dihubungkan atau disambungkan dengan slang infuse
Buka pengatur tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan
Lakukan fiksasi dengan kasa steril
Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum
Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
Prinsip pemasangan infus
Prinsip pemasangan infus pada pediatric (anak)
Karena vena klien sangat rapuh, hindari tempat-tempat yang mudah digerakkan atau digeser dan gunakan alat pelindung sesuai kebutuhan (pasang spalk kalau perlu)
Vena-vena kulit kepala sangat mudah pecah dan memerlukan perlindunga agar tidak mudah mengalami infiltrasi (biasanya digunakan untuk neonatus dan bayi)
Selalu memilih tempat penusukan yang akan menimbulkan pembatasan yang minimal
Prinsip pemasangan infuse pada lansia
Pada klien lansia, sedapat mungkin gunakan kateter/jarum dengan ukuran paling kecil (24-26). Ukuran kecil mengurangi trauma pada vena dan memungkinkan aliran darah lebih lancar sehingga hemodilusi cairan intravena atau obat-obatan akan meningkat.
Kestabilan vena menjadi hilang dan vena akan bergeser dari jarum (jaringan subkutan lansia hilang). Untuk menstabilkan vena, pasang traksi pada kulit di bawah tempat insersi
Penggunaan sudut 5 – 15 ° saat memasukkan jarum akan sangat bermanfaat karena vena lansia lebih superficial
Pada lansia yang memiliki kulit yang rapuh, cegah terjadinya perobekan kulit dengan meminimalkan jumlah pemakaian plester.
Video: Cara Pemasangan Infus
Sumber:
http://www.healthyrecipesdiary.org/pemasangan-infus-intravena/ di akses pada tanggal 18/12/2012 pada jam 09.30 WIB
http://youtube.com/ dengan kata pencarian "cara pemasangan infus intravena" di akses pada tanggal 18/12/2012 jam 09.15 WIB
Pengertian Pengambilan darah vena adalah cara pengambilan darah dengan menusuk area pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit. Pengambilan darah vena yaitu suatu pengambilan darah vena yang diambil dari vena dalam fossa cubiti, vena saphena magna / vena supervisial lain yang cukup besar untuk mendapatkan sampel darah yang baik dan representatif dengan menggunakan spuit atau vacutainer.
Tujuan
Untuk mendapatkan sampel darah vena yang baik dan memenuhi syarat untuk melakukan pemeriksaan.
Untuk menurunkan resiko kontaminasi dengan darah (infeksi, needle stic injury) akibat vena punctie bagi petugas maupun penderita.
Untuk petunjuk bagi petugas yang melakukan pengambilan darah (phlebotomy)
Untuk mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi.
Untuk menganalisa kandungan komponen darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, angka leukosit, dan angka trombosit.
Darah vena juga dapat digunakan untuk analisa gas darah jika darah arteri tidak dapat diperoleh, tetapi hanya berguna untuk mengevaluasi pH, PaCO2 dan base excess.
Alat dan bahan
Spuit ukuran 3-5 cc
Kapas alkohol pada tempatnya
Antikoagulan (untuk mencegah hemolisis) seperti EDTA (ethylene diaminetetra acetate)
Botol/tabung untuk menampung darah
Karet Pembendung/ tourniket
Prosedur Kerja
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
Cuci tangan
Ambil spuit sesuai kebutuhan sampel (3-5 cc)
Tentukan vena untuk mengambil darah (mis: Vena basilica, mediana cubiti)
lakukan desinfeksi dengan alkohol
Lakukan dengan membendung lengan menggunakan tourniket pada bagian atas vena yang akan dilakukan pengambilan darah
Lakukan penusukan pada vena dengan lubang jarum spuit menghadap ke atas dengan sudut kemiringan 30-45 derajat terhadap kulit dan lanjutkan pengambilan darah dan saat pengambilan pembendung dilepaskan terlebih dahulu
Setelah didapatkan darah yang diperlukan, tekan bagian yang ditusuk selama 2-5 menit. Dan masukkan darah ke dalam botol yang telah diberi antikoagulan
Isi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium dengan tepat dan kirimkan ke laboratorium
Cuci tangan setelah prosedur tindakan dilakukan
Catat tanggal prosedur,jumlah dan jenis sampel, serta respon pasien.
Video:
Sumber:
Hidayat, A Aziz Alimul & Musrifatul Uliyah.2004.Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia.Jakarta:EGC